Container Icon

DISTRIBUTOR PEMBALUT HERBAL HIBIS

DISTRIBUTOR PEMBALUT HERBAL HIBIS Yang mw order bisaaa hub nomer2 berikut y...

Boyolali (solo sekitar kampus UMS/sukoharjo jg bs )087736369494

Kendal 085641283870

Karanganyar - solo 08990510644

Ciamis,Bandung 085353619100

Arcamanik,Bandung 085721797402

Jakarta 08129968658

Bali 081338957045

Sumber,banjarsari,solo 085647286568

Wonogiri 087836886004

Klaten 0817212638

Depok,sleman,yogyakarta 085743509893

Trenggalek 085608069092


(Daerah lain menyusul y.. )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perbandingan HIBIS dengan Pembalut Biasa

DEMO Pembalut Herbal HIBIS
U
ntuk Demo Pembalut HIBIS diperlukan :

• Pembalut HIBIS Day Use atau Night Use
• 2 bh Pembalut merek lain sebagai Pembanding
• Air yang telah diberi warna (disarankan warna biru)
• Air putih biasa
• 1 bh gelas kecil
• 3 bh Gelas sedang
• Tissue putih

Cara melakukan Demo Produk :

















DEMO I

Letakkan Pembalut Hibis (day use atau night use) bersebelahan dengan 2 Pembalut merek lainnya.

1. Tuangkan Air berwarna ke dalam gelas kecil ( +/- 100 cc)
2. Kemudian tuangkan air berwarna tersebut ke permukann Pembalut HIBIS secara perlahan lahan terutama di bagian tengah.
3. Lakukan hal yang sama pada kedua merek Pembalut lainnya.
4. Perhatikan cara menuangkan cairan secara perlahan-lahan upayakan terfokus di bagian tengah pembalut.
5. Perhatikan apa yang terjadi.
6. Ambillah Tissue berwarna putih, lipat menjadi empat dan tepuk-tepuklah bagian permukaan ketiga pembalut tersebut.
7. Anda akan melihat perbedaan Pembalut HIBIS dengan Pembalut merek lainnya.
Tissu yang ditepukkan pada Permukaan Pembalut HIBIS tidak akan berbekas, sedangkan tissue yang lain akan menjadi basah dan berwarna.


DEMO II

1. Tuangkan air putih ke dalam 3 buah gelas sedang, kira-kira 200 cc.
2. Buka Pembalut HIBIS dan Pembalut merek lainnya, dan ambil bagian dalam pembalut.
3. Bagian dalam Pembalut HIBIS yang diambil berbentuk seperti kertas empat persegi panjang.
4. Celupkan Isi Ketiga Pembalut tadi ke dalam gelas yang berbeda yang telah berisi air tadi.
5. Perhatikan apa yang terjadi.
6. Pembalut HIBIS akan menyerap semua air tadi dan merubahnya menjadi gel yang padat.
7. Buktikan dengan membalik ketiga gelas tadi.
8. Gelas yang berisi Pembalut HIBIS tidak akan tumpah, berbeda dengan Pembalut merek lainnya. DEMO Pembalut Herbal HIBIS
U
ntuk Demo Pembalut HIBIS diperlukan :

• Pembalut HIBIS Day Use atau Night Use
• 2 bh Pembalut merek lain sebagai Pembanding
• Air yang telah diberi warna (disarankan warna biru)
• Air putih biasa
• 1 bh gelas kecil
• 3 bh Gelas sedang
• Tissue putih

Cara melakukan Demo Produk :

















DEMO I

Letakkan Pembalut Hibis (day use atau night use) bersebelahan dengan 2 Pembalut merek lainnya.

1. Tuangkan Air berwarna ke dalam gelas kecil ( +/- 100 cc)
2. Kemudian tuangkan air berwarna tersebut ke permukann Pembalut HIBIS secara perlahan lahan terutama di bagian tengah.
3. Lakukan hal yang sama pada kedua merek Pembalut lainnya.
4. Perhatikan cara menuangkan cairan secara perlahan-lahan upayakan terfokus di bagian tengah pembalut.
5. Perhatikan apa yang terjadi.
6. Ambillah Tissue berwarna putih, lipat menjadi empat dan tepuk-tepuklah bagian permukaan ketiga pembalut tersebut.
7. Anda akan melihat perbedaan Pembalut HIBIS dengan Pembalut merek lainnya.
Tissu yang ditepukkan pada Permukaan Pembalut HIBIS tidak akan berbekas, sedangkan tissue yang lain akan menjadi basah dan berwarna.


DEMO II

1. Tuangkan air putih ke dalam 3 buah gelas sedang, kira-kira 200 cc.
2. Buka Pembalut HIBIS dan Pembalut merek lainnya, dan ambil bagian dalam pembalut.
3. Bagian dalam Pembalut HIBIS yang diambil berbentuk seperti kertas empat persegi panjang.
4. Celupkan Isi Ketiga Pembalut tadi ke dalam gelas yang berbeda yang telah berisi air tadi.
5. Perhatikan apa yang terjadi.
6. Pembalut HIBIS akan menyerap semua air tadi dan merubahnya menjadi gel yang padat.
7. Buktikan dengan membalik ketiga gelas tadi.
8. Gelas yang berisi Pembalut HIBIS tidak akan tumpah, berbeda dengan Pembalut merek lainnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEORI TENTANG MYOMA UTERI

PENGERTIAN
Myoma uteri (leiomioma uteri dan fibromioma uteri) adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim, dengan komposisi jaringan ikat karena itu lengkapnya disebut myoma uteri untuk membedakannya dengan myoma dari jaringan otot yang lain. Pada mulanya Myoma uteri (leiomioma uteri /fibromioma uteri) tumbuh sebagai bibit kecil di dalam mimetrium dan lambat laun akan membesar. Frekuensi tumor sukar ditentukan secara tepat karena tidak semua penderita myoma uteri datang ketempat pengobatan karena banyak diantara mereka yang tidak mempunyai keluhan apa-apa. Myoma uteri belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarche dan sekitar 10 % myoma uteri merupakan penyakit pada alat-alat genetalia.


ETIOLOGI
Walaupun jelas myoma uteri berasal dari otot polos uterus, namun kurang diketahui faktor-faktor yang menyebabkan tumbuhnya tumor dari otot-otot tersebut.
• Banyak peneliti yang mengatakan teori stimulasi oleh estrogen, sebagai faktor etiologi dimana stimulasi dengan estrogen ini mengakibatkan :
- Myoma Uteri seringkali tumbuh lebih cepat pada masa-masa hamil.
- Neoplasma tidak pernah ditemukan sebelum menarche
- Hiperplasia endometrium sering ditemukan bersamaan dengan myoma uteri
• Namun teori ini banyak diragukan dengan alasan jika benar stimulasi dengan estrogen menjadi penyebab timbulnya myoma uteri, mengapa tidak pada semua wanita dalam masa reproduksi terdapat neoplasma ini, melainkan hanya 20 % saja.Meyer dan De Sno mengusulkan teori Cell Nest
• teori Genito Blast, yang diperkuat oleh percobaan Meyer dan Lipsschutz yang menyebutkan bahwa terjadinya myoma uteri itu tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada sel nest yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh estrogen ( Sarwono Prawirohardjo , 1982 ; 282).


PATOLOGI ANATOMI
Dikenal dua tempat myoma uteri yaitu pada
1. serviks uteri dan
2. korpus uteri.


Myoma uteri dapat dibedakan sesuai dengan tempat di mana tumor tersebut tumbuh, yaitu :
1. Myoma Submukosum/ (Myoma sub mucosa), tumbuh ke dalam rongga rahim, tepatnya dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Myom jenis ini kadang dapat tumbuh terus dalam cavum uterus dan berhubu ngan dengan dinding uterus dengan tangkai sebagai polip, kemudian dilahirkan melalui saluran serviks dan sebagian kecil atau besar memasuki vagina yang disebut Myomgeburt. (disebut myom terlahir = myom geburt)

2. Myoma Intramural
tumbuh didalam dinding rahim/ terdapat didinding uterus di antara serabut miometrium sehingga dapat menyebabkan pembesaran uterus. Jika ada myoma yang tumbuh intramural dalam korpus uteri, maka korpus tampak bundar dan onsistensi padat dan bila terdapat banyak myoma maka uterus terlihat seperti ada benjol-benjol dengan konsistensi padat. bila terletak pada dinding depan uterus myoma dapat menonjol ke depan, sehingga sering menimbulkan keluhan miksi

3. Myoma Subserosum/ Myoma sub serosa, tumbuh keluar dinding rahim/uterus. Bahkan bisa mempunyai tangkai karena myom jenis ini menonjol pada permukaan uterus. myom Subserosum diliputi oleh serosa. Myoma ini dapat tumbuh di antara ke dua ligamentum latum menjadi mioma intra ligamenter dan dapat tumbuh pula pada jaringan lain misalnya ligamentum atau omentum.
Apabila tangkainya terputus karena trombosis atau nekrosis, maka myoma ini akan membebaskan diri dari uterus, sehingga disebut Wandering/ Parasitic Fibroid.

Besar uterus tergantung kepada besar myoma masing-masing, Berat uterus bisa sampai 5 kg atau lebih. Di dalam uterus mungkin ada satu myoma, akan tetapi jumlahnya banyak sekitar 5 sampai 30 saja, pernah ditemukan sebanyak 200 myoma dalam satu uterus.
Myoma uteri lebih banyak ditemukan pada multipara atau pada wanita infertilitas relatif, tidak jelas apa yang menyebabkan infertilitas itu. Myoma uteri jarang ditemukan pada wanita dibawah umur 40 tahun keatas.


PERUBAHAN SEKUNDER MYOMA

1. Atropi (myoma uteri menjadi kecil)
Terjadi setelah menopause disebabkan hilangnya rangsangan estrogen atau sesudah kehamilan.

2. Degenerasi hyaline
Perubahan ini sering terjadi pada penderita berusia lanjut, tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen, jaringan ikat bertambah, berwarna putih dan keras, disebut myoma durum”

3. Degenerasi kistik
Dapat meliputi daerah kecil maupun luas, di mana sebagian dari mioma menjadi cair, sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi seperti agar-agar, dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan limfe sehingga menyerupai limfangioma.

4. Degenerasi membatu (calcareous degeneration ) = mioma menjadi keras
Terjadi pada wanita usia lanjut yang disebabkan gangguan dalam sirkulasi. (pengendapan garam kapur pada sarang mioma).

5. Degenerasi Merah (Carneus Degeneration)
Perubahan ini biasanya terjadi pada kehamilan dan nifas, diperkirakan karena suatu nekrosis sub akut sebagai gangguan vaskularisasi. Degenarasi merah tampak khas apabila terjadi pada kehamilan muda disertai emesis, haus sedikit demam, kesakitan, tumor pada uterus membesar dan nyeri pada perabaan. Degenerasi Lemak Jarang terjadi dan merupakan kelanjutan degenerasi hialin.


GEJALA DAN TANDA-TANDA
Myoma uteri bukanlah kanker, tetapi bisa menimbulkan banyak masalah.
Hampir separuh kasus mioma, gejalanya tergantung dari lokasi myoma, besarnya myoma dan perubahan-perubahan dalam myoma. Gejala-gejala dapat digolongkan sebagai berikut :
• Perdarahan tidak normal. Perdarahan ini sering bersifat Menorhoeragia. Mekanisme perdarahan ini tidak diketahui benar. Faktor yang memegang peranan dalam hal ini ialah meluasnya permukaan endometrium dan gangguan dalam kontraktilitas miometrium. Perdarahan dapat pula bersifat metroragia yang bisa disebabkan mioma sub mukosum akan tetapi mungkin disebabkan pula oleh yang lain, seperti hyperplasia endometrium atau adenokarsinoma endometri.
• Perdarahan melalui jalan lahir, akibat mekanis karena penekanan tumor terhadap jaringan sekitarnya seperti usus, kandung kencing.
• Rasa Nyeri

Dapat terjadi apabila :
Mioma menyempitkan kanalis cervikalis. Mioma sub mukosum sedang dikeluarkan dari rongga rahim, Ada penyakit adneksa (inflamasi pada tuba dan ovarium) seperti adneksitis, Salpingitis (inflamasi akut atau kronis pada tuba uterina), oovoritis (inflamasi pada ovarium)
• Terjadi degenerasi merah atau putaran tangkai. Tanda-tanda Penekanan tergantung dari besar dan lokasi myoma uteri. Tekanan bisa terjadi pada traktus urinarius, pada usus,dan pada pembuluh-pembuluh darah. Akibat tekanan terhadap kandung kemih ialah distorsi dengan gangguan miksi dan terhadap ureter bisa menyebabkan hidro ureter. Tekanan pada rektum dapat menyebabkan obstipasi dan nyeri defekasi. Tekanan terhadap pembuluh-pembuluh darah dalam panggul dapat menyebabkan pembesaran pembuluh-pembuluh vena, edema pada tungkai dan rasa nyeri pelvis.
• Infertilitas dan Abortus Infertilitas dapat terjadi jika mioma intra mural menutup atau menekan pars interstisialis tuba, myoma submukosum memudahkan terjadinya abortus. Apabila ditemukan myoma pada wanita dengan keluaran infertilitas, harus dilakukan pemeriksaan yang seksama terhadap sebab-sebab lain dari infertilitas, sebelum menghubungkannya dengan adanya myoma uteri.


DAMPAK MYOMA UTERI TERHADAP KEHAMILAN DAN PERSALINAN
1. Mengurangi kemungkinan kehamilan karena endometrium kurang baik. Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi dari rongga uterus, khususnya pada myoma sub mukosum.
2. Dalam kehamilan, myoma kadang-kadang ukurannya makin membesar sehingga menekan pada organ-organ sekitarnya.
3. Kelainan letak janin dalam rahim, terutama pada myoma yang sub mukosum dan intramural.
4. Persalinan dapat terhalang apabila myoma yang terletak pada bagian bawah korpus uteri atau pada serviks merintangi
5. turunnya kepala janin dalam rongga pelvis.


DAMPAK KEHAMILAN DAN PERSALINAN TERHADAP MYOMA UTERI
1. Tumor menjadi lebih lunak dalam kehamilan, dapat berubah bentuk dan mudah terjadi gangguan sirkulasi di dalamnya, sehingga menimbulkan perdarahan dan nekrosis di tengah tumor. Tumor tampak merah (degenarasi merah) atau tampak seperti daging (degenerasi karnossa).
2. Perubahan ini menyebabkan rasa nyeri di perut yang disertai dengan gejala rangsangan peritonium dan gejala peradangan, walaupun dalam hal ini peradangan bersifat suci hama (steril). Komplikasi ini biasanya terjadi dalam masa nifas karena sirkulasi dalam tumor mengurang akibat perubahan sirkulasi yang dialami oleh wanita setelah bayi lahir.
3. Tumor tumbuh lebih cepat dalam kehamilan akibat hipertropi dan edema, terutama dalam bulan-bulan pertama, mungkin karena pengaruh hormonal setelah kehamilan 4 bulan, tumor tidak bertambah besar lagi.
4. Myoma Sub Serosum yang bertangkai dapat mengalami putaran tangkai akibat desakan uterus yang makin lama makin membesar.


DIAGNOSIS
Diagnosis myoma uteri dalam kehamilan biasanya tidak sulit.
a) Terkadang penderita sendiri merasa terdapat benda dalam rongga perut bagian bawah. Akan tetapi kadang diagnosis ini salah, terutama pada kehamilan kembar atau myoma kecil disangka bagian kecil janin.
b) Myoma yang lunak dan tidak menyebabkan kelainan bentuk uterus sangat sulit untuk dibedakan dari uterus gravidarus. Bahkan pada laparatomi, sewaktu perut terbuka, kadang-kadang tidak mungkin untuk didiagnosis yang tepat. Dalam hal ini kerokan (biopsi) diagnostik sangat diperlukan. akan tetapi tindakan ini bisa menimbulkan kesulitan karena myoma, menyebabkan kavum uteri menjadi tidak lurus.


PENANGANAN / PENGOBATAN
Beck dan Whitehouse mengutarakan bahwa 55 % dari semua myoma uteri tidak membutuhkan suatu pengobatan dalam bentuk apapun. Oleh sebab itu, jika myoma uteri masih kecil dan tidak menimbulkan gejala dan khususnya bagi penderita yang mendekati masa menopause, pengobatan tidak diperlukan. Cukup dilakukan pemeriksaan pelvis secara rutin tiap 3 atau 6 bulan.
Secara umum penderita myoma uteri tidak memerlukan operasi pengangkatan myoma dalam kehamilan. Demikian pula tidak perlu dilakukan abortus provokatus.
Apabila terjadi degenerasi merah pada myoma dengan gejala-gejala seperti diterangkan diatas, biasanya sikap konservatif dengan istirahat baring dan pengawasan yang ketat memberi hasil yang memuaskan. Pengobatan penunjang bagi penderita anemia karena hipermenorea, dapat diberikan ferrum, transfusi darah, diet kaya protein, kalsium dan vitamin.


Pengobatan Operatif
Cara pengobatan bisa operasi atau menggunakan terapi hormonal atau kombinasi keduanya.
a) Radiotherapy,
pasangan radium, hormonal anti estrogen hanya khusus diberikan pada :
• wanita yang tidak dapat dioperasi
• Uterus harus lebih kecil dari kehamilan 3 bulan
• Bukan jenis sub mukosa
• Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rectum
• Tidak dilakukan pada wanita muda, sebab dapat menimbulkan menopause.
• terapi hormonal diperlukan karena myoma sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. terapi ini berfungsi memperkecil ukuran myoma bukan menghilangkan myom. Keuntungan terapi hormonal mempermudah tindakan operasi.

b) Myiomektomi, adalah operasi pengangkatan atau pembuangan jaringan myoma tanpa mengorbankan uterus. Operasi ini dilakukan pada myoma intramural, myoma sub mukosum dan myoma sub serosum bertangkai atau jika fungsi uterus masih hendak dipertahankan. pada myoma sub mukosum yang dilahirkan dalam vagina, umumnya tumor dapat diangkat pervaginam tanpa mengangkat uterus.


Operasi myomektomi :
1) Dilakukan bila masih menginginkan keturunan
2) Syaratnya harus dilakukan kuretage dulu, untuk menghilangkan kemungkinan keganasan
3) Kerugiannya: Melemahkan dinding uterus, rupture uteri pada waktu hamil, menyebabkan
perlekatan

c) Histerektomi yakni operasi pembuangan/pengangkatan seluruh rahim
Operasi histerektomi dilakukan apabila :
• Myoma uteri besarnya diatas 14 minggu kehamilan
• Pada wanita muda sebaiknya ditinggalkan satu atau dua ovarium, maksudnya untuk : Menjaga jangan terjadi menopause sebelum waktunya, Menjaga gangguan coronair/aterisklerosis umum.


Kapan Myom harus dioperasi:
Operasi pengangkatan myoma diputuskan setelah mempertimbangkan faktor-faktor :
• usia pasien,
• bila ukuran myoma cukup besar (biasanya patokan yg dipakai adalah lebih besar dari kehamilan 12 minggu)
• fungsi reproduksinya
• keluhan dan akibat yang ditimbulkan oleh myoma. Keluhan dan gejala yang ditimbulkan sudah mengganggu bahkan membahayakan (yang paling sering adalah perdarahan per vagina)
• keadaan sosio-ekonomi pasien untuk menentukan pilihan cara pengobatan

NB: Salah satu pemicu MYOMA adalah akibat infeksi TORCH (Tokso, Rubella, CMV dan Herpes).
http://tutorialkuliah.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WAJIB DIBACA WANITA

Berhati-hatilah dengan pembalut yang biasa anda pakai, karena pada masa haid sering terjadi infeksi bakteria dikarenakan salah memilih pembalut. Itu dikarenakan lebih kurang sebanyak 107 bakter permilimeter persegi ditemukan diatas pembalut wanita biasa, kondisi demikianlah yang membuat biasa menjadi sarang pertumbuhan bakteri merugikan walau hanya setelah 2 jam pemakaian.


Gejala umum infeksi bakteria yang sering dijumpai selama menstruasi:
1. Demam
2. Radang pada permukaan vagina
3. Gatal-gatal pada kulit
4. Radang vagina
5. Radang Servik (Rongga Mulut Rahim)
6. Radang Selaput Rahim
7. Leucorrhea / Keputihan
8. Rasa panas atau sakit pada bagian bawah perut


Demam, pusing dan mual, sering buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil, nyeri/sakit pada bagian pinggang dan kelelahan juga merupakan berbagai gejala infeksi bakteria selama menstruasi yang dapat menyebabkan penyakit kandungan yang lebih serius.

Mengapa wanita mudah terjangkit infeksi infeksi bakteria selama menstruasi?
Itu dikarenakan lebih kurang sebanyak 107 bakter permilimeter persegi ditemukan diatas pembalut wanita biasa, kondisi demikianlah yang membuat biasa menjadi sarang pertumbuhan bakteri merugikan walau hanya setelah 2 jam pemakaian.

Kesalahan yang kerap dilakukan saat pemakaian pembalut wanita:
1. Membuka dan memasang pembalut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
2. Menyimpan pembalut di tempat lembab seperti kamar mandi
3. Menggunakan pembalut yang telah kadaluarsa.
4. Pemilihan pembalut tanpa mempertimbangkan kualitas pembalut.
5. Memakai pembalut yang mengandung bahan penghilang bau atau pewangi.
6. Pemakaian pembalut yang terlalu lama.


Tahukah anda?
1. kemungkinan wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah 83 %
2. 62 % dari statistik tersebut disebabkan oleh pemakaian pembalut yang kurang berkualitas.
3. Rata-rata setiap wanita memerlukan sedikitnya 3-6 hari sebulan untuk perawatan terhadap infeksi vagina
4. Jika seorang wanita mulai terjangkit infeksi vagina sejak umur 20 tahun, sedikitnya 6 tahun waktu hidupnya akan dihabiskan hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi.


Apa sajakah resiko yang dapat timbul dari pemakaian pembalut wanita biasa?

Pembalut wanita, termasuk klasifikasi Produk Konsumer Cepat Saji, produk sekali pakai.Karena itulah para produsen kerap mendaur ulang bahan kertas bekas dan menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya produksi.

Dalam proses daur ulang, banyak bahan kimia diperlukan untuk proses pemutihan kembali, pembuangan bau dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada kertas bekas.

Bahan penyerap yang digunakan pada pembalut wanita biasa inilah yang mengandung bahan kimia terlau berlebuhan yang pada akhirnya merupakan penyebab terjadinya gangguan terhadap organ reproduksi wanita termasuk kanker serviks.

Kertas hasil daur ulang menggunakan bahan kimia ini kemudian dibungkus serapi mungkin yang kemudia dijadikan pembalut yang sering kita temukan di pasaran, dipakai oleh para konsumen. sehingga memang harga pembalut yang biasa kita pakai relatif murah, lebih murah atau setara dengan 1 biji gorengan.
Gunakan selalu pembalut yang aman bagi kesehatan kita, terlebih organ intim wanita ibarat mahkota bagi wanita. Apabila tertarik silakan klik web ini dan dapatkan info yang lebih dalam mengenai pembalut yang aman dan sehat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tahukah Bahan Pembalut Wanita yang Anda Pakai?

Bahan Pembalut Wanita yang Umum 
Hampir 99% wanita tidak pernah tahu tentang pembalut wanita yang biasa  mereka beli dan pakai selama ini. Bahkan ironisnya banyak dari mereka tidak pernah mau tahu apa sebenarnya pembalut yang mereka pakai. Dan lagi sang wanita tidak pernah curiga dan tidak pernah mencoba merobek atau mengamati bahan pembalut organ intim yang biasa mereka pakai. Banyak wanita suka membeli pembalut biasa yang ada dipasaran hanya dengan pertimbangan harga murah dan cukup enak dipakai, tanpa mengetahui sedikitpun resiko kesehatan dari pemakaian pembalut wanita atau pantyliner biasa.



Pembalut wanita, termasuk klasifikasi produk konsumer cepat saji dan produk sekali pakai. Karena itulah para produsen pembalut wanita yang berkualitas "biasa" sering mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar untuk menghemat biaya produksi.
Dalam proses daur ulang sampah kertas bekas ini, tentu banyak menggunakan bahan-bahan kimia untuk proses pemutihan (bleaching) kembali, menghilangkan bau sampah kertas bekas dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada sampah kertas bekas.
Pada gambar 1. Kertas bekas tersebut diolah pada proses pemutihan (bleaching) konvensional dengan bahan kimia berbahaya seperti alkaline, acid hydrogen dan sodium peroxide, oxygen, dithionite salts, sodium bisulfite  dan air suling.
Pada gambar 2, terlihat hasil dari proses pemutihan, dimana pada tahapan ini ada yang disebut proses klorinasi, dengan bahan chlorine gas, hypoclorite salts dan chlorine dioxide (ClO2). Tahapan bleaching yang membahayakan adalah penggunaan klorin karena menghasilkan senyawa toksik aromatik terklorinasi sepert dioxin dan dibenzofurans.
Pembalut yang biasa dijual di pasaran sebagian besar mengandung dioksin pada bahan dasarnya. Hal itulah yang menyebabkan wanita rentan terkena penyakit berbahaya.
Dioksin adalah salah satu jenis organoklorin yang memiliki empat klor, dua oksigen dan dua cincin benzena. Klor adalah unsur halogen yang sangat reaktif sehingga mudah bereaksi dengan senyawa organik maupun senyawa lainnya. Sebagian besar organoklorin menimbulkan efek toksik seperti dioxin dan furan, sehingga tak heran bila organoklorin dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, cacat lahir, endometriosis, penurunan jumlah spermatozoa dan gangguan perkembangan janin. Dioksin yang terdapat pada pembalut wanita merupakan hasil dari pencampuran bahan-bahan kimia komersil melalui proses bleaching.
Inilah bahan pembalut wanita yang berkualitas biasa. Kertas daur ulang yang telah diproses dengan bahan kimia yang kemudian dibungkus rapi dan siap dipasarkan sebagai pembalut wanita biasa yang kita temukan dipasaran. Para wanita membelinya dengan harga murah dan menggunakan tanpa perasaan was-was, namun berpotensi buruk bagi kesehatan wanita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS